Rabu, 22 Oktober 2014

Baitur Robi Tahun Baru Islam


Sebentar lagi kita akan memasuki tanggal 1 Muharram, karena perhitungan awal tahun hijriyah dimulai dari hijrahnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bulan Muharram dikenal oleh orang Jawa dengan bulan Suro. Oleh karena itu Muharram adalah bulan pertama tahun penanggalan Islam, Hijriyah. Ditetapkan pertama kali oleh Khalifah Umar ibnu al-Khattab atas saran dari menantu suci Rasulullah SAWW, yakni Imam Ali bin Abi Thalib karamalLahu wajhahu. Tahun baru Islam, 1 Muharram 1436 Hijriah, adalah momen tepat bagi segenap kaum Muslim untuk memperbaiki diri dan hijrah menuju kebaikan sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. 1 Muharram tahun ini jatuh pada Sabtu ,25 Oktober 2014, merupakan bulan pertama dalam kalender Islam yang menandai pergantian tahun Hijriah. Momen ini menjadi penting karena Nabi Muhammad mendapatkan keberhasilan dalam dakwahnya pada bulan Muharram, jelasnya.
1 Muharram hendaknya tidak diperingati seperti tahun baru masehi yang banyak berpesta, melainkan diperingati dengan kegiatan yang mengedukasi masalah agama, membangun diri menjadi lebih baik, serta berbagi pada sesama. Momen tahun baru Islam merupakan sarana untuk memperkokoh ukhuwah Islamiah (persaudaraan) sehingga dapat menghindari perpecahan dan perbedaan pemahaman sesama umat Islam. Kedatangan bulan Muharram juga menandai kebahagiaan bagi kaum dhuafa. Pada bulan ini umat Islam disunnahkan untuk memperbanyak sedekah dan menyantuni anak yatim. Melalui puasa sunah, umat Islam dilatih dan dibiasakan untuk dapat menahan diri agar tidak mudah terbawa oleh oleh hawa nafsu. Kemenangan melawan kebathilan tidak pernah terwujud tanpa usaha serius dari manusia. Oleh karena itu, peringatan tahun baru Islam harus dijadikan momentum evaluasi diri dan menegakan kebenaran yang diawali dari diri sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar